kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Purbaya Siapkan Strategi Hadapi Serbuan Produk Impor di E-Commerce


Kamis, 26 Maret 2026 / 16:29 WIB
Purbaya Siapkan Strategi Hadapi Serbuan Produk Impor di E-Commerce
ILUSTRASI. Pemerintah tengah mengkaji kebijakan vital untuk melindungi UMKM dari serbuan produk impor di platform digital. Menkeu Purbaya siapkan langkah taktis, termasuk instrumen baru. (DOK/Nurtiandriyani Simamora)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji langkah kebijakan untuk merespons persaingan antara perdagangan daring dan luring, termasuk maraknya produk impor di platform digital.

Ia menilai perkembangan teknologi mendorong lonjakan transaksi online yang sangat cepat.

Dalam satu kesempatan, ia menyebut transaksi dapat mencapai puluhan ribu dalam waktu singkat.

“Dalam 15 menit saja bisa sampai 50.000 transaksi. Itu menunjukkan teknologinya luar biasa,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Selain WFH Sehari Seminggu, Ini Kebijakan yang Perlu Disiapkan Demi Penghematan BBM

Namun di balik pertumbuhan tersebut, Purbaya mulai melihat adanya dampak terhadap perdagangan konvensional atau offline yang mulai tertekan.
Hal ini juga diperkuat dari berbagai masukan pelaku usaha di sejumlah daerah, termasuk kawasan industri.

Sehingga Purbaya menyebut bahwa, pemerintah sebelumnya sudah mencurigai adanya pergeseran ini, dan kini mendapatkan konfirmasi bahwa perdagangan offline memang terdampak oleh ekspansi perdagangan online.

Ia juga menyoroti bahwa pelaku dalam ekosistem digital tidak sepenuhnya didominasi oleh pelaku usaha domestik.

“Yang kita pikirkan, online itu kan sebagian besar digunakan orang Indonesia. Tapi ternyata yang banyak menguasai bukan orang Indonesia,” katanya.

Karena itu, pemerintah mulai mempertimbangkan langkah taktis agar pelaku usaha dalam negeri tetap dapat bersaing, baik di kanal offline maupun online.

Baca Juga: Purbaya Mengaku Sudah Dapat Persetujuan Bos Danantara untuk Ambil Alih PNM

Purbaya menegaskan, jika peralihan ke platform digital tidak bisa dihindari, maka pemerintah ingin memastikan pelaku usaha Indonesia tetap menjadi pemain utama.

Lebih lanjut, Bendahara Negara mengungkapkan pemerintah sedang mengevaluasi sejumlah kebijakan yang sebelumnya sempat ditunda, termasuk kemungkinan pengenaan instrumen tertentu terhadap perdagangan digital.

Kajian ini juga mencakup daya saing harga produk dalam negeri dibandingkan barang impor, khususnya dari China.

Ia menyebut adanya indikasi produk impor memiliki keunggulan harga yang signifikan.

Menurut informasi yang diterima, eksportir dari China disebut memperoleh insentif hingga 15 persen dari pemerintahnya, meski hal tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut.

Baca Juga: Anies Hadiri Open House SBY Meski Tak Diundang, Jubir: Murni Silaturahmi

“Kalau memang itu benar, kita harus ambil langkah supaya barang kita bisa lebih bersaing di pasar dalam negeri,” kata Purbaya.

Saat ditanya kemungkinan pengenaan pajak terhadap produk impor di platform online, ia menyatakan masih membuka berbagai opsi kebijakan.

“Saya tampung dulu usulnya, nanti kita pikirkan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×