kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Purbaya Klaim Penerbitan Perdana Panda Bond di China Direspon Positif Investor


Kamis, 23 Juli 2026 / 17:31 WIB
Purbaya Klaim Penerbitan Perdana Panda Bond di China Direspon Positif Investor
ILUSTRASI. Dim Sum Bond (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, minat investor terhadap penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar China pada 23 Juli 2026 cukup positif. Pemerintah saat ini masih menunggu hasil akhir proses penawaran yang dijadwalkan memasuki tahap penutupan (closing book) pada Jumat.

Purbaya mengatakan, penerbitan surat utang berdenominasi CNY alias yuan tersebut mendapatkan respons baik dari pasar. Pemerintah juga memastikan penerbitan Panda Bond memiliki dasar yang kuat karena Indonesia memperoleh peringkat kredit tertinggi (triple A rating) dari lembaga pemeringkat di China.

"Bagus, tapi saya belum tahu hasil akhirnya seperti apa. Besok kalau tidak salah closing book-nya. Yang jelas kita triple A rating-nya (AAA), ada suratnya dari sana. Jadi bukan bohong, triple A betul," ujar Purbaya kepada awak media di komplek Istana Kepresidenan, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Purbaya Pastikan Tarif Cukai Rokok Tak Naik di 2027, Tapi Siapkan Skema Baru

Dalam penerbitan perdana ini, pemerintah berencana menerbitkan Panda Bond dengan nilai sekitar US$1 miliar. Purbaya mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari pengenalan pasar terlebih dahulu sebelum membuka peluang penerbitan dengan nilai lebih besar pada masa mendatang.

"Kami akan issue sekitar US$ 1 miliar karena ini masih pertama untuk pengenalan pasar dulu. Nanti berikutnya kalau dibutuhkan mungkin bisa diterbitkan lagi atau lebih besar," katanya.

Purbaya belum merinci tingkat imbal hasil (yield) yang akan ditawarkan karena proses pembentukan harga masih berlangsung. Menurutnya, pemerintah masih melihat hasil akhir dari proses bookbuilding.

Purbaya menyebut, dana hasil penerbitan Panda Bond akan digunakan sebagai bagian dari strategi pembiayaan pemerintah, termasuk untuk menutup kebutuhan defisit anggaran.

Di sisi lain, Purbaya mengungkapkan tujuan utama penerbitan global bond di pasar China tersebut bukan hanya untuk mencari sumber pembiayaan baru, melainkan juga melakukan diversifikasi basis investor dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar dolar Amerika Serikat.

"Ini diversifikasi sumber pendanaan kita. Sebelumnya kan lebih banyak global bond, dolar. Sekarang kita diversifikasi ke Jepang, Australia, dan China," jelasnya.

Purbaya menilai pasar China memiliki potensi besar karena daya serap investor masih kuat. Ia menyebut, meskipun kepemilikan obligasi berdenominasi dolar oleh investor China mengalami penurunan, kapasitas pasar keuangan China tetap besar.

Baca Juga: Purbaya Ungkap 4 Negara yang Dapat Pengecualian Ketentuan DHE SDA

"Dulu mereka punya dollar denominated bond Amerika itu sampai US$ 3 triliun. Sekarang sudah turun signifikan. Jadi daya serap di sana masih amat kuat," ujarnya.

Selain diversifikasi pembiayaan, pemerintah juga melihat penerbitan Panda Bond sebagai salah satu strategi untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui pemanfaatan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT).

Purbaya menjelaskan, melalui mekanisme tersebut pembayaran dapat dilakukan menggunakan yuan dan rupiah, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

"Nanti mereka bayar yuan, saya terima rupiah di sini. Antarbank sama bank sentral. Secara de facto seolah-olah reserve (cadangan devisa) kita naik US$ 50 miliar, dan rupiah akan menguat," katanya.

Ia menambahkan, strategi tersebut juga dapat membantu menjaga tekanan terhadap rupiah ketika dolar AS menguat. Pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memanfaatkan berbagai instrumen yang tersedia untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Strategi itu memang sengaja dikembangkan dan memaksimalkan instrumen yang ada untuk menjaga nilai tukar rupiah," pungkas Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×