kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.508   8,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PUPR belum susun proyek dengan blended finance


Kamis, 19 Oktober 2017 / 15:15 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana pemerintah menggunakan skema blended finance sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur belum disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Belum, kita belum susun," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono keoada KONTAN seusai menghadiri acara sertifikasi terhadap 6.700 pekerja konstruksi se-Indonesia, kamis (18/10) di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Blended finance sendiri adalah pembiayaan yang bersumber dari dana filantropi yang dihimpun masyarakat untuk memobilisasi modal swasta untuk investasi jangka panjang.

Mengenai pendanaan proyek infrastruktur, Basuki menjelaskan bahwa semua mekanisme pembiayaan dapat digunakan.

"Semua dicari, semua di-explore semua sumber pendanaan, baik loan, filantropi, CSR semua akan cari untuk pendanaan infrastruktur," lanjut Basuki.

Sebelumnya Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebut pemerintah tengah mengkaji skema blended finance atau skema pembiayaan campuran sebagai alternatif sumber pembiayaan infrastruktur.

Menko Luhut sebut saat ini potensi dana yang bisa dihimpun dengan skema blended finance di seluruh dunia sekitar US$ 12 triliun.

Hingga kini Indonesia sama sekali belum pernah memanfaatkan potensi dana ini. Makanya, "Ini kami mau coba manfaatkan," ujarnya Rabu (18/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×