kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pungli semakin menggerogoti industri


Senin, 06 Februari 2012 / 15:06 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett melepas saham bank, masuk saham-saham pabrik obat. FOTO: Warren Buffeett. REUTERS/Rick Wilking/File Photo


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Test Test

JAKARTA. Pemerintah berkomitmen untuk menekan biaya ekonomi tinggi. Pasalnya, ekonomi biaya tinggi itu berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi lantaran menggerogoti sektor industri.

"Itu menggerogoti industri, penting untuk dibenahi secepat mungkin," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa di Istana Presiden, Senin (6/2).

Ada beberapa faktor yang mendorong biaya ekonomi tinggi seperti pungutan liar (pungli) yang masih saja terjadi. Belum lagi ditambah tingginya biaya logistik akibat ketersedian infrastruktur yang belum cukup memadai.

Makanya, Hatta menegaskan pemerintah secara konsisten untuk menyelesaikan permasalah pungli yang masih merajalela. Di samping itu membenahi pembangunan infrastruktur. "Saat rapat koordinasi saya katakan itu yang harus kita selesaikan," katanya.

Sebelumnya, kalangan industri mengeluhkan masih dibebani biaya ekonomi tinggi setiap tahun. Situasi ini dinilai yang menjadi penyebab sektor industri sulit meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Alhasil, konflik buruh pun saban tahun masih dijumpai. Lantaran upah buruh tergerus beban pungli tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×