Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program magang nasional dipastikan akan berlanjut pada tahun ini.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengatakan pemerintah telah menyiapkan 150 ribu kuota untuk periode tahun 2026. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang disiapkan untuk 100 ribu peserta.
"Untuk tahun 2026 kita sudah bisa siapkan pelaksanaan magang untuk sebanyak 150 ribu orang, jadi Alhamdulillah yang tahun lalu 100.000 dan sekarang 150 ribu," kata Yassierli dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (26/5/2026).
Yassierli juga memastikan skema uang saku pada tahun ini masih sama sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Hal ini sekaligus membantah wacana uang saku yang diusulkan ditanggung bersama dengan pihak perusahaan.
Baca Juga: Magang Nasional 2025 Rampung, Menaker Klaim 35% Peserta Magang Ditawari Kerja
Selain itu, jumlah uang saku yang diberikan akan bervariasi menyesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi atau Kabupaten (UMP/UMK) di setiap daerah.
"Uang sakunya sama sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi ada upah minimum kota kebupaten atau upah minimum provinsi. Khusus untuk Jakarta, upah minimum provinsi, kalau yang lain upah minimum kota kebupaten," urai Yassierli.
Untuk saat ini, Kemnaker akan menyiapkan timeline dan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan terkait imbauan membuka lowongan magang nasional bagi lulusan Sarjana ataupun Diploma.
"Dan InsyaAllah Juni kita bisa jalan ya, untuk batch pertama angkatan kedua kita 2026 dengan target 50.000 orang dulu InsyaAllah," lanjut Yassierli.
Baca Juga: Kemnaker Usul Kuota Magang Nasional 2026 Naik 50% Jadi 150.000 Peserta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













