kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Program B20 terkendala logistik dan distribusi


Selasa, 02 Oktober 2018 / 20:26 WIB
Program B20 terkendala logistik dan distribusi
ILUSTRASI. Pengisian Biodiesel B20 di TBBM Pertamina


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pencampuran minyak sawit 20% ke bahan bakar minyak (BBM) solar atau biodiesel 20% (B20) tidak berjalan mulus. Penyebabnya, masalah logistik di lapangan dan juga proses distribusi biodiesel ke masing-masing daerah yang tidak sesuai dengan purchase order (PO) yang memiliki jangka waktu 14 hari.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang mengamini kendala tersebut. "Kendala hanya di logistik. Tidak ada masalah dengan pasokan kelapa sawit dan biodiesel," katanya, Selasa (2/10).

Togar melanjutkan, jangka waktu PO 14 hari masih terkendala dengan jarak masing-masing daerah di Indonesia. "Bagi sebagian wilayah di Indonesia cukup, namun ada lokasi tertentu yang memang butuh waktu lebih lama dari tenggat waktu tersebut," ujarnya.

Namun, ia yakin, ke depan, jika realisasi kebijakan B20 berjalan baik tentu akan memberikan dampak positif bagi emiten-emiten kelapa sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×