kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,98   -4,21   -0.41%
  • EMAS930.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Presidensi G20 Diharapkan Mendorong Pemulihan Sektor Pariwisata Indonesia


Kamis, 30 Juni 2022 / 12:35 WIB
Presidensi G20 Diharapkan Mendorong Pemulihan Sektor Pariwisata Indonesia
ILUSTRASI. Kontan - Kominfo G20 Kilas Online


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Kasus Covid 19 yang semakin menurun memunculkan optimisme, ekonomi akan kembali bergerak. Termasuk sektor pariwisata yang harus mati suri selama pandemi.

Sebagai tuan rumah G-20, Indonesia harus bisa mengambil peluang dari kebangkitan ekonomi untu menunjang sektor pariwisata. Salah satu agenda Presidensi G20 adalah  membahas prospek dan kebijakan pengembangan pariwisata, termasuk investasi.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berharap, Indonesia sebagai tuan rumah memanfaatkan momentum G20 untuk mendorong program pariwisata secara keseluruhan, termasuk ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM.

"Tamu yang akan hadir baik investor maupun siapapun yang hadir di suatu negara akan bicara secara langsung dan melihat Indonesia sebagai desitinasi pariwisata," kata Sekretaris Jenderal PH,,I Maulana Yusran, kepada Kontan.co.id, Senin (20/6).

Selain itu, akan ada pembicaraan terkait prospek investasi dalam pengembangan pariwisata. Sejumlah daerah akan unjuk gigi, memamerkan destinasi wisata mereka demi menarik investor.

Sementara Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda menilai kebijakan pariwisata yang tepat akan mengembalikan permintaan wisata yang menurun secara global.

Hampir semua negara mengalami kondisi penurunan pariwisata selama pandemi covid-19. Maka banyak negara, salah satunya Turki, yang membebaskan visa ke beberapa negara termasuk Indonesia.

"Semuanya demi menggenjot sektor pariwisata. Nah, perbaikan pariwisata ini kuncinya ada di penanganan pandemi. Walaupun ada uang, tapi pandemi naik, secara logis mereka tak akan berwisata," terangnya.

Ia mendesak agar pembahasan pertemuan itu terkait penanganan pandemi terutama di  daerah pariwisata. Bukan cuman memberikan sertifikat tapi bagaimana menurunkan pandemi agar masyarakat tidak takut untuk berwisata.

Kemudian pembahasan skema-skema pariwisata. Seperti travel bubble ataupun skema membuat gerbang pariwisata antar negara selama pandemi.

Di bawah travel bubble, wisatawan tidak akan dikarantina dan dapat menikmati pengaturan visa dan akomodasi khusus. Tentu dengan mengedepankan rasa aman bagi masyarakat agar mau pergi berwisata.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah mempersiapkan pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi. Salah satunya sertifikasi bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Ada sekitar 12.000 pelaku usaha yang tersertifikasi.

Kemenparekraf juga mempromosikan pengembangan blue and green economy di sektor pariwisata dengan mengembangkan ecotourism, penggunaan transportasi ramah lingkungan, program manajemen limbah di destinasi wisata dan lainnya.

Meski demikian, masih ada beberapa hal terkait ketersediaan konektivitas yang terbatas dan adanya peningkatan harga. Dengan adanya tantangan ini, Indonesia berkomitmen untuk senantiasa melakukan perbaikan di sektor parekraf. Terutama terkait persiapan Presidensi G20.

"Indonesia berkomitmen untuk memulihkan pariwisata dengan menyelenggarakan acara internasional, rmasuk serangkaian acara sampingan untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia di maami bekerja sama dengan UNWTO untuk agenda pariwisata," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×