kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Presiden Minta Pengusaha Tidak Manfaatkan Kenaikan TDL


Rabu, 21 Juli 2010 / 19:38 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

BEKASI. Sekali lagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dunia usaha tidak memanfaatkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk menggenjot harga kelewat tinggi. Kali ini, Presiden meminta sesama pengusaha untuk saling mengingatkan satu sama lain.

Sebab, SBY yakin lebih banyak dunia usaha yang masih punya hati. "Saya berharap yang punya hati itu mengajak yang lain-lain jangan aji mumpung," ujar Presiden saat berkunjung ke Percetakan PT Ganeca Exact di Kawasan MM 2100 untuk melakukan sosialisasi kenaikan TDL, Rabu (21/7).

Pesan ini, kata SBY, dia sampaikan lantaran pemerintah hendak meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yang sehat dan konstruktif untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan menciptakan kesejahteraan rakyat.

SBY mengaku mendapat informasi ada pelaku usaha yang memanfaatkan kenaikan TDL dengan menaikkan harga berlebihan. Menurutnya, pemerintah sudah menghitung kenaikan TDL pada suatu perusahaan misalnya sebesar 15% atau 18% memang berpengaruh pada komponen produksi barang dan jasa.

Tapi, menurut SBY yang dihitung adalah 15% atau 18% dari biaya listrik yang dikeluarkan, bukan dari biaya keseluruhan. "Rakyat tahu, pemerintah tahu, saya tahu mana yang akal-akalan,mana yang benar," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×