kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.013   5,00   0,03%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Presiden minta intensif kejar aset Bank Century


Senin, 20 September 2010 / 19:26 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pengejaran aset-aset bank Century semakin intensif dan ditingkatkan. Presiden memastikan, koordinasi terpadu untuk mengembalikan aset Bank Century di luar negeri tetap dijalankan.

Selain itu, kata Presiden, pengembalian aset-aset itu juga paralel dengan proses hukum dan putusan pengadilan bagi mereka yang dinyatakan bersalah. "Dengan demikian pada saatnya bisa ditarik kembali," ujar Presiden di kantornya, Senin (20/9).

Sementara Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, upaya pemerintah untuk bisa mendapatkan pengembalian aset-aset Bank Century tak bisa sendiri karena harus dijalankan koordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Luar Negeri.

Yang jelas, Agus berjanji akan mengumumkan hasil kajian recovery aset Bank Century bersama Menteri Koordinator Perekonomian. "Nanti kita umumkan setelah lakukan kajian," katanya.

Sayangnya, Agus belum mau membeberkan angka total aset-aset Bank Century di luar negeri. "Angkanya saya belum pegang, karena tadi diskusinya sifatnya umum," elak mantan Direktur utama Bank Mandiri itu.

Sementara menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, pemerintah akan mengecek sejumlah aset Bank Century di luar negeri yang saat ini sedang dibekukan. Pemerintah akan memastikan dana-dana bisa dikembalikan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Hatta juga menyebutkan ada surat-surat berharga yang nilainya di atas US$ 500 juta di Hong Kong dan US$ 160 juta di Swiss. "Hal ini akan kita koordinasikan lagi dengan Menteri Hukum dan HAM, Menteri Keuangan bahwa aset-aset itu dalam status dibekukan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×