kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.213
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Presiden Jokowi dengarkan curhatan pengemudi ojek online

Sabtu, 12 Januari 2019 / 17:56 WIB

Presiden Jokowi dengarkan curhatan pengemudi ojek online
PRESIDEN HADIRI SILATNAS PENGEMUDI ONLINE

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah seorang pengemudi ojek online bernama Heri curhat kepada Presiden Joko Widodo mengenai tarif per kilometer yang dinilai terlalu rendah. Curhat itu disampaikan Heri saat maju ke panggung pada acara Silaturahim Pengemudi Transportasi Online, di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1). 

Ada lima pengemudi transportasi online yang ditunjuk ke atas panggung. Saat Jokowi memberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri, Heri tidak hanya sekadar memperkenalkan diri. Ia langsung "tancap gas" mengeluarkan uneg-unegnya. "Nama saya Heri, dari komunitas Jakarta Barat. Saya mau mengeluhkan soal harga tarif Pak...," kata Heri.


Mendengar pernyataan itu, Presiden langsung memotong curhat Heri. "Saya belum tanya, sudah ngomong keluhan kami saja..." kata Jokowi. Sekitar 2.000 pengemudi transportasi tertawa mendengar kelakar Jokowi. 

Jokowi kemudian mempersilakan Heri meneruskan curhatnya.  "Nah ini baru, silakan dilanjutkan," kata Jokowi. Heri mengungkapkan bahwa tarif per kilometer yang telah ditetapkan aplikator terlalu rendah bagi para pengemudi transportasi online. "Masak 5 kilometer, Rp 8.000, Pak. Ya bagaimana caranya lah supaya naik lagi," kata Heri.

Mendengar curhatan Heri, peserta acara bersorak sorai. "Ya enggak apa-apa, namanya kan curhat," kata Presiden. Jokowi mengatakan, ia bisa mengerti persoalan itu. Menurut Jokowi, perusahaan aplikator menetapkan tarif per kilometer didasarkan pada banyak pertimbangan. 

"Kalau penentuannya keliru, terlalu mahal, bisa terjadi ya perusahaan itu tutup. Makanya hati-hati. Perusahaan juga punya kalkulasi," ujar dia. 

"Misalnya ya, ini misalnya saja. Saya minta (tarif per km) itu Rp 9.000 atau Rp 12.000. Kemudian dipaksakan oleh perusahaan, tapi kemudian sekian tahun tidak efektif karena kalah persaingan, apa gunanya?" lanjut dia. (Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Ojek Online Curhat soal Tarif Per Kilometer kepada Jokowi..."

Reporter: kompas.com
Editor: Yoyok

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0376 || diagnostic_web = 0.3673

Close [X]
×