kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Presiden Jokowi Berharap Produksi Beras Naik, Minta Petani Segera Tanam Padi


Rabu, 03 Januari 2024 / 12:39 WIB
Presiden Jokowi Berharap Produksi Beras Naik, Minta Petani Segera Tanam Padi
Presiden Joko Widodo usai menanam padi bersama petani di Kecamatan Kalibogor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 3 Januari 2024.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar petani dapat mulai melakukan tanam padi di awal Januari 2024. Terlebih dengan mulai turunnya hujan, ia menilai kebutuhan air untuk tanam padi dapat tercukupi. 

Guna memastikan hal tersebut hari ini Rabu (3/1) Jokowi turun meninjau kegiatan tanam padi di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. 

"Saya mau memastikan di awal Januari ini mulai menanam semuanya karena hujan sudah turun, air berarti sudah tercukupi kebutuhannya dari hujan, sehingga (bisa mulai) tanam," kata Jokowi dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/1). 

Baca Juga: Jokowi Minta Anggaran Subsidi Pupuk Tahun Ini Ditambah Rp 14 Triliun

Dengan mulainya tanam di awal Januari Jokowi juga berharap saat panen nanti hasil dapat meningkat.

"Di Desember kita tanam 1,4 juta (hektare), di Januari 1,7 juta hektare, kemudian di Februari 1,4 juta hektare sehingga kita harapkan ada peningkatan produksi beras kita di masa panen di bulan Maret-April yang akan datang," imbuhnya. 

Ia menambahkan, saat ini pembelian pupuk untuk petani telah dipermudah dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

Kemudian untuk menghadapi masa panen, pemerintah melalui Pupuk Indonesia juga telah mempersiapkan 1,7 juta ton pupuk.

"Kemudian subsidi pupuk, saya sudah meminta ke Menteri Pertanian, Menteri Keuangan untuk mengajukan tambahan subsidi pupuk sebesar kurang lebih Rp 14 triliun," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×