kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.998   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.234   -44,53   -0,84%
  • KOMPAS100 674   -6,01   -0,88%
  • LQ45 527   -3,47   -0,66%
  • ISSI 178   -1,94   -1,08%
  • IDX30 296   -1,62   -0,55%
  • IDXHIDIV20 387   -2,12   -0,54%
  • IDX80 78   -0,56   -0,72%
  • IDXV30 107   -0,48   -0,44%
  • IDXQ30 98   -0,42   -0,43%

Presiden: Demokrasi kita sudah kebablasan


Rabu, 22 Februari 2017 / 13:18 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BOGOR. Presiden Joko Widodo mengaku akhir-akhir ini banyak yang bertanya kepadanya mengenai sistem demokrasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berpidato dalam pengukuhan pengurus DPP Hanura di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2).

"Banyak yang bertanya pada saya, apa demokrasi kita keablasan? Saya jawab ya, demokrasi kita sudah kebablasan," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, demokrasi yang kebablasan itu membuka peluang artikulasi politik yang ekstrim seperti liberalisme, radikalisme, fundamentalisme, sekterianisme, terorisme, serta ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Penyimpangan praktik itu mengambil bentuk nyata seperti kita lihat belakangan ini, politisasi SARA seperti yang disampaikan Pak OSO, saling memaki dan menghujat kalau diteruskan bisa menjurus pada memecah belah bangsa kita," ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, kunci menghadapi demokrasi yang kebablasan ini adalah penegakan hukum. Ia meminta aparat hukum bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×