kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pramono Anung: Rano Karno otomatis jadi gubernur


Rabu, 18 Desember 2013 / 10:56 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga merupakan politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung irit komentar mengenai peluang Wakil Gubernur Banten Rano Karno menggantikan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

"Kalau itu otomatis jadi gubernur," singkat Pramono saat dikonfirmasi wartawan sebelum memasuki lobi utama Kantor KPK, Jakarta, Rabu (18/12).

Meski demikian, ketika dikonfirmasi lebih jauh apakah partainya memberikan arahan dan wejangan untuk Rano sebagai calon kuat pengganti Atut, Pramono pun langsung pergi.

Seperti diketahui, KPK secara resmi telah menetapkan Atut sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara Pilkada Kabupaten Lebak, Banten di Mahkamah Konsitusi, Senin (16/12). Atut diduga turut serta bersama-sama dengan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menyuap mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Selain itu, untuk sementara KPK pun sepakat untuk menetapkan Atut sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyekpengaaan alat kesehatan di Provinsi Banten. Namun, KPK harus melakukan rekonstruksi perbuatan dan pasal untuk kemudian mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) kasus tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×