Reporter: Hervin Jumar | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan tenaga kesehatan, terutama dokter umum. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ratusan kabupaten/kota di Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu tambahan dokter umum untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 474 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum.
Prabowo mengatakan, kekurangan tenaga medis tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani pemerintah guna memperkuat kualitas dan jangkauan layanan kesehatan nasional.
"Untuk memperkuat layanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Prabowo Klaim Hemat Rp50 Triliun dari Perampingan BUMN, Target Rp70 Triliun
Menurut Prabowo, persoalan kekurangan tenaga kesehatan tercermin dari kondisi puskesmas di berbagai wilayah Indonesia. Hampir seluruh puskesmas disebut belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.
Kebutuhan tenaga medis juga tidak hanya terjadi pada dokter umum. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disampaikan Prabowo, kebutuhan dokter spesialis di tingkat kabupaten/kota mencapai 55.712 orang.
Sementara itu, kebutuhan dokter gigi tercatat sebanyak 127.580 orang di tingkat kabupaten/kota.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas pendidikan kedokteran di Indonesia. Dalam 21 tahun terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru.
Baca Juga: Prabowo Minta Menkeu Usut Bea Cukai di Tengah Maraknya Penyelundupan
Selain penambahan fakultas kedokteran, pemerintah juga telah membuka 179 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis.
Langkah tersebut turut memperluas akses pendidikan dokter spesialis di daerah. Sebanyak 11 provinsi untuk pertama kalinya memiliki program pendidikan dokter spesialis.
Prabowo menilai peningkatan kapasitas pendidikan kedokteran menjadi bagian penting dalam mengatasi kekurangan dokter sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan nasional.
Dengan bertambahnya kapasitas pendidikan dokter umum, spesialis, dan subspesialis, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan tenaga medis di daerah yang masih mengalami kekurangan serta memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten/kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
