kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Prabowo singgung bangun infrastruktur tanpa utang luar negeri, ini kata Sri Mulyani


Senin, 10 Desember 2018 / 22:13 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani


Reporter: Aldo Fernando | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi secara positif pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengenai pendanaan infrastruktur tanpa utang.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah sudah menyediakan mekanisme pendanaan infrastruktur di luar utang, salah satunya pendanaan ekuitas.

Pada Minggu (10/12), Prabowo mencuit di akun twitter pribadinya, "Negara yang bisa memiliki pembangunan infrastruktur demi menunjang ekonomi di desa-desa tanpa bergantung oleh utang luar negeri. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin hasil produksi kita akan meningkat."


Menanggapi pernyataan Prabowo, Sri Mulyani berujar, pemerintah selalu memberi perhatian terhadap utang. ''Makanya, defisit kita sekarang makin diturunkan," ujar Sri Mulyani di sela-sela acara Sosialisasi Transfer Dana ke Daerah dan Dana Desa 2019 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Senin (10/12).

Sebagai informasi, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hingga akhir November sebesar Rp 287,9 triliun. Defisit ini lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, yakni sebesar Rp 349,6 triliun.

Hal tersebut berarti, rasio defisit anggaran terhadap produk domestik bruto (PDB) per November 2018 hanya sebesar 1,95%.

Sedangkan keseimbangan primer (primary balance) per akhir November mengalami defisit Rp 36,8 triliun. Ini berarti jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit keseimbangan primer pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 139,1 triliun.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×