kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Prabowo Siapkan Kado Khusus Untuk Pekerja pada Peringatan May Day


Rabu, 29 April 2026 / 13:57 WIB
Prabowo Siapkan Kado Khusus Untuk Pekerja pada Peringatan May Day
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (AFP/LUDOVIC MARIN)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli memastikan akan ada kado khusus bagi pekerja dari Presiden Prabowo Subinato untuk perayaan hari buruh pada 1 Mei 2026. 

Yassierli mengatakan perayaan May Day akan digelar secara akbar di Monas bersama beberapa serikat buruh. Menurutnya akan ada 200.000 buruh lebih yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. 

"Dan ini insyaAllah Presiden akan hadir langsung menyampaikan beberapa kado untuk teman-teman buruh dan pekerja,"kata Yassierli dijumpai di Kantornya, Rabu (29/4/2026). Sayangnya, Yassierli masih tidak mau membocorkan apa saja hadiah kebijakan yang akan disampaikan Prabowo. 

Baca Juga: Pemerintah Tahan Kenaikan Pajak, Fokus Kejar Kepatuhan Wajib Pajak

Menurutnya, hal itu akan disampaikan langsung kepada Kepala Negara dalam pidato kenegaraannya di Monas pada Jum'at mendatang. 

Sebelumnya, Aktivis Buruh sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Moohammad Jumhur Hidayat menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satu upaya tersebut adalah pembentukan satuan tugas khusus yang akan berfokus pada mitigasi risiko PHK di berbagai sektor industri. 

Rencananya Bapak Presiden akan membuat Keppres tentang Satgas mitigasi PHK,” kata Jumhur. 

Jumhur menilai peringatan May Day tahun ini memiliki arti strategis, terutama karena adanya sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai mulai mengakomodasi aspirasi buruh.

Ia menyebut beberapa isu krusial yang tengah menjadi perhatian, seperti ratifikasi Konvensi 188 Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang perlindungan nelayan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), hingga rencana pengetatan regulasi terkait sistem outsourcing.

"Ini hadiah dari Presiden, dari negara, dari pemerintah untuk kaum buruh Indonesia,” ujarnya. 

Baca Juga: Pajak Pinjaman Daring dan Kripto Tembus Rp 6,77 Triliun Hingga Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×