kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.341   75,00   0,43%
  • IDX 7.081   8,12   0,11%
  • KOMPAS100 956   1,74   0,18%
  • LQ45 684   1,26   0,19%
  • ISSI 255   -0,18   -0,07%
  • IDX30 380   1,18   0,31%
  • IDXHIDIV20 465   1,90   0,41%
  • IDX80 107   0,18   0,16%
  • IDXV30 136   1,22   0,90%
  • IDXQ30 121   0,30   0,24%

Prabowo Siapkan Kado Khusus Untuk Pekerja pada Peringatan May Day


Rabu, 29 April 2026 / 13:57 WIB
Prabowo Siapkan Kado Khusus Untuk Pekerja pada Peringatan May Day
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (AFP/LUDOVIC MARIN)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli memastikan akan ada kado khusus bagi pekerja dari Presiden Prabowo Subinato untuk perayaan hari buruh pada 1 Mei 2026. 

Yassierli mengatakan perayaan May Day akan digelar secara akbar di Monas bersama beberapa serikat buruh. Menurutnya akan ada 200.000 buruh lebih yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. 

"Dan ini insyaAllah Presiden akan hadir langsung menyampaikan beberapa kado untuk teman-teman buruh dan pekerja,"kata Yassierli dijumpai di Kantornya, Rabu (29/4/2026). Sayangnya, Yassierli masih tidak mau membocorkan apa saja hadiah kebijakan yang akan disampaikan Prabowo. 

Baca Juga: Pemerintah Tahan Kenaikan Pajak, Fokus Kejar Kepatuhan Wajib Pajak

Menurutnya, hal itu akan disampaikan langsung kepada Kepala Negara dalam pidato kenegaraannya di Monas pada Jum'at mendatang. 

Sebelumnya, Aktivis Buruh sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Moohammad Jumhur Hidayat menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satu upaya tersebut adalah pembentukan satuan tugas khusus yang akan berfokus pada mitigasi risiko PHK di berbagai sektor industri. 

Rencananya Bapak Presiden akan membuat Keppres tentang Satgas mitigasi PHK,” kata Jumhur. 

Jumhur menilai peringatan May Day tahun ini memiliki arti strategis, terutama karena adanya sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai mulai mengakomodasi aspirasi buruh.

Ia menyebut beberapa isu krusial yang tengah menjadi perhatian, seperti ratifikasi Konvensi 188 Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang perlindungan nelayan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), hingga rencana pengetatan regulasi terkait sistem outsourcing.

"Ini hadiah dari Presiden, dari negara, dari pemerintah untuk kaum buruh Indonesia,” ujarnya. 

Baca Juga: Pajak Pinjaman Daring dan Kripto Tembus Rp 6,77 Triliun Hingga Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×