Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto disebut akan menyiapkan kebijakan khusus untuk buruh pada perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026) mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli usai melakukan Rapat Terbatas (ratas) bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
"Terakhir, terkait dengan persiapan May Day, beberapa hal nanti ya detilnya, ada beberapa regulasi nanti presiden yang akan mengumumkan," kata Yassierli.
Meski demikian, Yassierli belum mengungkapkan secara rinci kebijakan yang telah disiapkan pemerintah di sektor ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa seluruh detail kebijakan tersebut akan diumumkan langsung oleh Kepala Negara dalam momentum peringatan May Day.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah Terkendali Dalam 2–3 Tahun, Jadi Prioritas Nasional
Secara terpisah, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang.
Dalam agenda tersebut, Prabowo akan menyampaikan pidato kunci yang berisi arah kebijakan pemerintah di sektor ketenagakerjaan. Peringatan May Day 2026 juga akan diisi dengan sambutan dari pimpinan konfederasi buruh serta kehadiran sejumlah tokoh buruh internasional.
Andi Gani mengungkapkan bahwa persiapan peringatan May Day 2026 telah dilakukan sejak awal Maret. Ia menyebut Presiden Prabowo bahkan terlibat langsung dalam berbagai persiapan, termasuk mendesain atribut seperti kaos yang akan dibagikan kepada peserta.
Baca Juga: Stimulus Industri Dipercepat, Bea Masuk LPG 0% Redam Lonjakan Harga Plastik
"Sejak awal Maret saya dipanggil Presiden, dan beliau mendesain langsung kaos May Day. Beliau ingin yang terbaik untuk buruh," katanya dalam konferensi pers, Senin (27/4/2026).
Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa pembagian kaos dan payung kepada peserta tidak menggunakan anggaran negara.
"Kaos dan payung itu bukan dari APBN, melainkan dana pribadi Presiden Prabowo," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













