kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.011   -77,00   -0,43%
  • IDX 6.095   53,26   0,88%
  • KOMPAS100 802   11,74   1,49%
  • LQ45 609   9,08   1,51%
  • ISSI 210   0,34   0,16%
  • IDX30 344   4,92   1,45%
  • IDXHIDIV20 429   6,50   1,54%
  • IDX80 92   1,36   1,51%
  • IDXV30 117   1,89   1,64%
  • IDXQ30 111   1,70   1,56%

Prabowo ingin diplomasi damai dengan China di Laut Natuna, ini alasannya


Sabtu, 04 Januari 2020 / 08:43 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sikap pertama, Indonesia menyatakan China telah melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). "Indonesia juga menolak klaim dari China terkait traditional fishing ground, yang tidak memiliki landasan hukum," jelas Dahnil. 

Sikap kedua, Indonesia menolak klaim penguasaan Laut Natuna Utara atas dasar nine dash line

Sikap ketiga, Tentara Nasioanl Indonesia (TNI) akan melakukan operasi di Laut Natuna secara intensif. 

Baca Juga: Natuna memanas, Retno desak China patuhi wilayah ZEE berdasarkan UNCLOS 1982

Sikap keempat, Indonesia melakukan peningkatan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah ZEE atau Laut Natuna. 

Namun, Dahnil menyebutkan, sebelum empat sikap tersebut pemerintah sampaikan, Kementerian Luar Negeri telah melakukan penyelesaian secara damai melalui nota protes kepada pihak China.

Penulis: Dandy Bayu Bramasta

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Prabowo Ingin Diplomasi Damai Selesaikan Persoalan dengan China di Laut Natuna"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×