Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri Panen Raya Tebu yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jum'at (17/7/2026).
Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya hari ini.
"Kehadiran Presiden menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kedaulatan pangan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas strategis untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional," kata Pras.
Baca Juga: Ekspansi Bisnis Domestik Tertahan, Realisasi PMDN Turun 7,8% pada Kuartal II-2026
Menurut Pras, Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional.
Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan para petani.
"Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," lanjut Pras.
Pras menyebut pemerintah akan terus mempercepat pembangunan sektor pangan dari hulu hingga hilir sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.
Melalui penguatan produksi, hilirisasi, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi, pemerintah berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan, memperkuat ketahanan energi, dan memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai tambahan informasi, program ketahanan pangan TNI melibatkan tiga matra sesuai keunggulan masing-masing. TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu.
Sepanjang Januari–Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.
Baca Juga: Bapanas Klaim Stok Beras Aman, Indonesia Surplus Beras 3 Juta Ton
Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton, sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05% target produksi gula nasional tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
