kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.116   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras, Baru Capai 85% Target Pengadaan Nasional


Selasa, 14 Juli 2026 / 11:54 WIB
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras, Baru Capai 85% Target Pengadaan Nasional
ILUSTRASI. Bulog tambah kapasitas gudang (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog telah menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Realisasi tersebut setara 85% dari target pengadaan nasional tahun ini yang dipatok sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut menunjukkan Bulog masih harus mengejar sekitar 600.000 ton setara beras lagi untuk memenuhi target pengadaan nasional sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penyerapan 3,4 juta ton setara beras merupakan hasil kolaborasi Bulog bersama pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, petani, kelompok tani, serta pelaku usaha penggilingan dalam menyerap hasil panen domestik.

Baca Juga: S&P Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5% hingga 2029, Tapi Ada Risiko Kebijakan

"Keberhasilan menyerap 3,4 juta ton setara beras merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bulog bersama pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, serta para pelaku usaha penggilingan. Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional," ujar Rizal dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Bulog mencatat lima wilayah kerja telah melampaui 100% target pengadaan, yakni Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Bengkulu, dan Bali. Dari seluruh wilayah tersebut, Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi pengadaan sekitar 887.000 ton setara beras.

Meski sejumlah kantor wilayah telah menuntaskan target, Bulog memastikan penyerapan gabah dan beras petani masih terus dilakukan di berbagai sentra produksi. 

Rizal menyebut perusahaan akan mengoptimalkan jaringan pengadaan, kesiapan gudang, fasilitas pengolahan, serta kerja sama dengan mitra agar target nasional dapat tercapai.

"Capaian ini bukan garis akhir. Seluruh jajaran Bulog akan terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia. Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional dan jaminan kesejahteraan petani," tegas Rizal.

Menurutnya, penguatan stok dari produksi dalam negeri akan memperbesar ruang pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan ketersediaan pangan di tengah kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Skema Biaya Haji 2027 Dikritik, Subsidi 60% Berisiko Gerus Keuangan Haji

Bulog juga menegaskan proses pengadaan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan standar kualitas komoditas. 

Langkah tersebut diharapkan menjaga kepercayaan petani sekaligus memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai penopang program ketahanan dan swasembada pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×