kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

PPN 12% Dinilai Tidak Berpengaruh Langsung pada Harga Barang


Selasa, 15 Oktober 2024 / 19:32 WIB
PPN 12% Dinilai Tidak Berpengaruh Langsung pada Harga Barang
ILUSTRASI. Peraturan Pajak: Suasana pelayanan di Kantor Pajak Jakarta Pesanggrahan, Jumat (29/12/2023). Penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jadi 12% pada 2025 tak memengaruhi harga barang maupun jasa secara langsung.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Madya Dedi Kusnadi menilai kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun 2025 tidak memengaruhi harga barang maupun jasa secara langsung. 

Dedi menjelaskan, penyesuaian PPN sebenarnya juga telah dilakukan pada tahun 2022 dari 10% menjadi 11%.

Ia melihat inflasi yang terjadi setelah dinaikkannya PPN menjadi 11% pada April 2022 merangkak naik menjadi 3,55% pada Mei 2022 dan terus berlanjut hingga akhir tahun 2022 mencapai 5,51%. Tetapi di tahun berikutnya inflasi trennya terus menurun, hingga tahun 2024.

Baca Juga: PPN 12% Akan Diterapkan Tahun Depan, Begini Kinerja PPN Indonesia Saat Ini

"Artinya penyesuain PPN 10% - 11% itu ada dampak kejut sementara saja, setelah itu mulai ada keseimbangan, dapat dilihat tahun ini inflasi sudah stabil cenderung lebih kecil dari Maret 2022 sebelum kenaikan PPN," jelasnya dalam Webinar Nasional, Selasa (15/10). 

Dedi menambahkan bahwa  inflasi sebenarnya lebih dipengaruhi oleh gejolak ekonomi politik global hingga peningkatan harga komoditas. Ia mencontohkan, pada akhir tahun 2022 peningkatan harga komoditas itu naik tinggi maka inflasi juga turun meningkat.

"Jadi kenaikan PPN ini tidak berpengaruh langsung pada harga, hanya ada efek kejut sementara," ujarnya. 

Baca Juga: Satu Dekade UMKM Indonesia: Pemberdayaan Produk Lokal Menembus Pasar Global

Sementara jika dilihat untuk faktor suplai dan demand menurut Dedi yang justru akan berpengaruh pada Harga barang maupun jasa secara terus menerus.

Selain itu, adanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat juga turut mempengaruhi harga. "Karena harga ini sangat ditentukan bukan hanya dari Indonesia tetapi global," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×