kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

PPATK tak jamin calon Kapolri bersih


Rabu, 22 September 2010 / 14:32 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjadi salah satu rujukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecek rekam jejak kasus hukum calon Kapolri. Meski begitu, Kepala PPATK, Yunus Husein tidak menjamin calon Kapolri itu 100% bersih.

Yunus mengaku ada 3 nama calon Kapolri yang disodorkan ke PPATK untuk dicek rekam jejaknya mengenai transaksi maupun rekening mencurigakan. "Saya tidak jamin bersih. Tapi secara normatif, di database kami tidak ada laporan tentang mereka," ujar Yunus usai bertemu Presiden SBY di kantor Presiden, Rabu (22/9).

Bukan itu saja, Yunus mengaku hingga saat ini tidak ada laporan atau pernah melaporkan kepada aparat berwajib soal transaksi maupun rekening mencurigakan atas tiga nama calon Kapolri yang disodorkan ke PPATK. Sayangnya, Yunus enggan mengungkap siapa saja tiga nama calon Kapolri.

Dia juga mengelak saat dikonfirmasi tiga nama itu adalah Nanan Soekarna, Imam Sudjarwo, dan Timur Pradopo. "Jangan tanya saya, saya tidak tahu, sudah saya kasih sebelum lebaran," katanya.

Sebelumnya, nama Nanan dan Imam Sudjarwo disebut-sebut sebagai pengganti Kapolri Jenderal Bambang Hendarso. Mabes Polri sudah menyebutkan dua nama yakni Nanan dan Imam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×