kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Imam Sudjarwo dekat dengan Presiden SBY?


Senin, 20 September 2010 / 16:28 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Rumor tak sedap beredar di seputar pencalonan Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo sebagai Kapolri mendatang. Kabar yang beredar, Imam merupakan orang yang dekat dengan lingkaran istana.

Kabarnya, Imam adalah besan dari bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan. Seperti diketahui, Aulia sendiri adalah besan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengaku, banyak menerima informasi tersebut dari layanan pesan singkat. "Informasi itu menyebutkan ada hubungan istimewa Imam dengan Presiden," kata Bambang, Senin (20/9).

Karena itu, dia akan mengecek kebenaran informasi tersebut hingga uji tes dan kelayakan dijalani oleh Imam. Dia memperkirakan, Presiden SBY akan mengajukan nama Imam ke DPR sebagai calon menggantikan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Namun, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Saan Mustopha membantah jika ada hubungan dekat antara Imam dengan Istana. "Tidak ada hubungan apa-apa," ujarnya. Namun, ia menyatakan siapa pun yang akan digelontorkan oleh SBY sebagai pengganti Kapolri Bambang Hendarso Danauri akan didukung oleh Demokrat.

Ada dua nama santer pengganti Bambang Hendarso Danuri. Selain Imam Sudjarwo ada juga nama Kepala Irwasum Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna. Dua nama ini disebut-sebut akan menjadi pengganti Bambang yang memasuki masa pensiun pada pertengahan Oktober nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×