kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.079   -31,00   -0,17%
  • IDX 6.047   7,29   0,12%
  • KOMPAS100 791   2,61   0,33%
  • LQ45 601   1,68   0,28%
  • ISSI 209   -0,61   -0,29%
  • IDX30 340   1,00   0,30%
  • IDXHIDIV20 423   1,24   0,29%
  • IDX80 90   0,23   0,26%
  • IDXV30 116   0,16   0,14%
  • IDXQ30 109   0,32   0,29%

Potensi surplus neraca dagang beberapa waktu ke depan, CAD akan turun


Minggu, 25 Juli 2021 / 23:07 WIB
ILUSTRASI. Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (22/7/2021).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di sepanjang tahun 2021 sebesar 0,6% hingga 1,4% PDB. Ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 1% hingga 2% PDB.

Senada, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman juga mengubah prediksi CAD menjadi 1,06% PDB, dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 1,88% PDB.

“Hal ini seiring dengan potensi surplus neraca perdagangan yang masih lebih besar selama beberapa waktu ke depan sehingga akan menurunkan CAD,” ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Minggu (25/7).

Ia menjelaskan, peluang untung neraca perdagangan yang mempersempit CAD bukan serta merta hal yang menggembirakan. Pasalnya, ini didorong oleh potensi melemahnya permintaan domestik dan aktivitas investasi seiring dengan peningkatan kasus harian Covid-19.

Baca Juga: PPKM darurat dilakukan 1 bulan, ekonomi tahun ini hanya akan tumbuh 3,8%

Meningkatnya angka kasus harian Covid-19 ini membuat pemerintah memberlakukan PPKM Darurat yang bisa menahan laju ekonomi. Hal ini akan menekan angka impor.

Di sisi lain, performa ekspor Indonesia memang solid karena meningkatnya harga komoditas dan permintaan yang meningkat dari negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan China.

Namun, ke depan Faisal optimistis bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan mulai terlihat lebih nyata pada paruh kedua tahun ini. Seiring dengan meningkatnya progres vaksinasi dan juga stimulus yang diberikan oleh pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×