kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Pos menteri PKS dan Demokrat terpangkas


Selasa, 18 Oktober 2011 / 21:06 WIB
ILUSTRASI. Harga emas menguat untuk pertama kalinya dalam empat minggu


Reporter: Herlina KD | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengurangi jatah kursi menteri milik Partai Politik dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Alasannya, Presiden ingin mengakomodir kaum profesional untuk bisa menduduki kursi kabinet.

Presiden mengatakan, dalam reshuffle kali ini ada dua pos menteri dari partai politik yang berkurang yaitu satu dari pos menteri dari Partai Demokrat dan satu menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Ini semata-mata untuk mewadahi kaum profesional yang tidak berasal dari parpol. Sedangkan kaum profesional diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kabinet ini," ujarnya di Istana Merdeka Selasa Malam (18/10).

SBY menambahkan, sesuai dengan kesepakatan koalisi, penambahan dan pengurangan pos menteri dari partai politik bisa dilakukan oleh Presiden. "Tentu presiden berkonsultasi dengan parpol yang bersangkutan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×