Reporter: Herlina KD | Editor: Djumyati P.
JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengurangi jatah kursi menteri milik Partai Politik dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Alasannya, Presiden ingin mengakomodir kaum profesional untuk bisa menduduki kursi kabinet.
Presiden mengatakan, dalam reshuffle kali ini ada dua pos menteri dari partai politik yang berkurang yaitu satu dari pos menteri dari Partai Demokrat dan satu menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Ini semata-mata untuk mewadahi kaum profesional yang tidak berasal dari parpol. Sedangkan kaum profesional diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kabinet ini," ujarnya di Istana Merdeka Selasa Malam (18/10).
SBY menambahkan, sesuai dengan kesepakatan koalisi, penambahan dan pengurangan pos menteri dari partai politik bisa dilakukan oleh Presiden. "Tentu presiden berkonsultasi dengan parpol yang bersangkutan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













