kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Polri siapkan personel antisipasi kenaikan BBM


Selasa, 18 Juni 2013 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di dalam gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Pusat,


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo, mengungkapkan, institusinya telah menyiapkan personelnya untuk mengantisipasi rencana pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Untuk keperluan tersebut Polri sudah bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait. "Kami kerja sama dengan Pertamina, TNI dan Pemerintah daerah," kata Timur saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/6).

Timur meminta kepada pihak yang hendak menggelar aksi unjuk rasa kenaikan harga BBM tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya. Timur mengatakan, izin aksi berunjuk rasa akan diberikan asal tidak mengganggu.

"Unjuk rasa boleh asal jangan mengganggu. Misalnya kalau aksi dilakukan sampai malam hari yang bisa mengganggu masyarakat lainnya," imbuh Jenderal bintang empat tersebut.

Sekedar catatan, saat demo pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 kemarin, dua orang jurnalis mengalami luka tembak saat melakukan peliputan.

Wartawan Trans 7 Nugroho Anton terkena tembak polisi saat meliput di kantor DPRD Jambi. Sedangkan wartawan harian Mata Publik Abdul Roby Kilerey terkena tembakan di pinggul saat meliput Ternate, Maluku Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×