kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PLBN Sota di Merauke dibangun awal 2019


Senin, 19 November 2018 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi resmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya juga bertugas membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota yang berada di Kabupaten Merauke, di Provinsi Papua.

PLBN Sota menjadi PLBN kedua yang di Papua yang dilakukan perbaikan setelah sebelumnya PLBN Skouw di Jayapura. PLBN Sota merupakan tambahan pos lintas yang berbatasan antara Indonesia dengan negara Papua Nugini, selain itu juga ada PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel yang akan dibangun oleh Pemerintah Indonesia.

PLBN Sota merupakan akses utama masing-masing penduduk antar negara.  Pada umumnya dilintasi sebanyak 70 orang per minggu yang dilengkapi fasilitas 13 kios untuk berjualan.

Pembangunan PLBN Sota akan terdiri atas zona inti yakni bangunan gedung PLBN, monumen Garuda, bangunan gerbang dan check point, didukung jalan akses menuju PLBN yang mulus serta tersedianya lahan parkir. 

Untuk zona pendukung lainnya akan dilengkapi fasilitas tempat beristirahat (rest area) dan renovasi pasar Sota. Pelaksanaan pembangunan akan dimulai awal 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2019 dengan perkiraan biaya pembangunan sebesar Rp 113,5 miliar.

"Pembangunan kawasan perbatasan bukan hanya untuk gagah-gagahan tetapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat pertumbuhan baru. Seperti di Skouw, transaksi yang dilakukan dengan warga Papua Nugini tidak hanya sekadar makanan kecil namun juga emas," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui siaran pers, Senin (19/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×