kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.159   -15,00   -0,09%
  • IDX 7.549   -44,70   -0,59%
  • KOMPAS100 1.040   -10,07   -0,96%
  • LQ45 743   -12,35   -1,63%
  • ISSI 274   -1,48   -0,54%
  • IDX30 399   -2,21   -0,55%
  • IDXHIDIV20 485   -4,24   -0,87%
  • IDX80 116   -1,48   -1,26%
  • IDXV30 139   0,33   0,24%
  • IDXQ30 128   -1,43   -1,11%

PIS Buka Suara, Pekerja Asing di Kapal Pertamina Hanya 6% dari Total ABK


Selasa, 21 April 2026 / 11:37 WIB
PIS Buka Suara, Pekerja Asing di Kapal Pertamina Hanya 6% dari Total ABK
ILUSTRASI. (Dok/Pertamina International Shipping (PIS))


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina International Shipping (PIS) buka suara terkait keberadaan tenaga kerja asing atau warga negara asing (WNA) yang bekerja di armada kapal milik perusahaan. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menegaskan bahwa mayoritas kru kapal tetap didominasi oleh talenta dalam negeri.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita menyatakan, dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94%. Komitmen terhadap talenta lokal ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi pelaut nasional di kancah global.

Baca Juga: KPK: 25% Kasus Korupsi Terkait dengan Pengadaan Barang dan Jasa

"Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan data perusahaan, jumlah ABK WNI yang dipekerjakan di atas kapal Pertamina Group, baik domestik maupun internasional, setidaknya berjumlah 4.090 orang. Sementara itu, untuk pelaut WNA hanya berkisar 278 orang atau sekitar 6% dari total ABK di atas kapal Pertamina Group.

Vega menjelaskan, kapal Gamsunoro termasuk salah satu kapal milik PIS yang melayani pasar internasional, terutama di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Saat ini kapal tersebut disewa oleh pihak ketiga yang mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi internasional dan standar operasional yang ketat.

Langkah ini diambil karena PIS tengah gencar melakukan ekspansi pasar global untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan devisa negara. Kerja sama dengan pihak penyewa dan manajemen kapal internasional merupakan praktik lazim guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah dunia.

Baca Juga: Perluas Basis Penerimaan Pajak, Pemerintah Buka Peluang Pungut PPN Jalan Tol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×