kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

PHE Bukukan Produksi 1 Juta BOEPD pada 2025, Kontribusi Minyak Capai 557 Ribu Barel


Kamis, 09 April 2026 / 18:49 WIB
PHE Bukukan Produksi 1 Juta BOEPD pada 2025, Kontribusi Minyak Capai 557 Ribu Barel
ILUSTRASI. Kinerja Pertamina Hulu Energi (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - MALANG. Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan capaian strategis sepanjang tahun 2025 dengan total produksi mencapai 1 juta barel setara minyak per hari atau barrel oil equivalent per day (BOEPD). Dari jumlah tersebut, produksi minyak PHE memberikan kontribusi sebesar 557.000 barel.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edy Karyanto menjelaskan, dari total 557.000 barel produksi minyak tersebut, sebanyak 396.000 barel berasal dari operasional domestik. Sementara sisanya, yakni 157.000 barel, dikontribusikan dari aset internasional yang tersebar di beberapa negara.

"Nah di antara itu adalah ada 400 sebenarnya dari domestik, itu adalah produksi dari SHO yang dari domestik. Karena nanti 157 itu kita datang dari luar negeri yang kita punya tadi ada Malaysia, Iraq, ada kita punya Aljazair," ujarnya dalam Media Gathering Subholding Upstream 2026 di Malang, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Stok LPG Ada di Level 11,6 Hari, Pertamina Patra Niaga: Tidak Pada Definisi Darurat

Edy mengungkapkan, pihaknya menyumbang sekitar 69% dari total produksi minyak nasional. Adapun untuk produksi gas, PHE mencatatkan angka 2,8 billion cubic feet per day (BCFD) atau setara 32% hingga 35% dari total lifting gas nasional yang berada di kisaran 5,5 BCFD.

Masifnya operasional PHE terlihat dari aktivitas pengeboran sepanjang 2025 yang mencakup 20 sumur eksplorasi dan 886 sumur eksploitasi. Selain itu, perusahaan melakukan 1.288 pekerjaan workover (WO) serta 37.000 well service well intervention.

Edy menegaskan, investasi besar-besaran ini memberikan efek domino bagi perekonomian nasional. 

"Tentu juga tidak hanya efek dari tambahan produksi tapi juga bergulirnya ekonomi, karena spending investasi yang besar akan memberikan suatu impact pada perekonomian, GDP akan semakin naik, pergerakan ekonomi semakin naik, dan seterusnya," katanya.

Di sisi eksplorasi, lanjut Edy, PHE berhasil menemukan 9 Wilayah Kerja (WK) baru dengan temuan cadangan mencapai 1 miliar barel.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

Dia bilang, temuan ini sangat signifikan mengingat total sisa cadangan (remaining research) saat ini berada di angka 3,2 miliar barel, sehingga temuan baru ini mencakup hampir sepertiga dari total cadangan yang ada.

"Walaupun temuan ini nanti harus dikembangkan lagi menjadi POD (Plan of Development) yang tentunya bisa turun 30%, karena beberapa tidak semuanya bisa diproduksikan," terangnya.

Lebih lanjut, Edy melaporkan pengembangan minyak non konvensional (MNK) di Blok Rokan melalui sumur Kelok dan Gulamo. Menurutnya, potensi MNK di Rokan memiliki remaining resources yang jauh lebih besar dibandingkan temuan konvensional saat ini.

"Nah kita juga sudah menemukan post drill 2 minyak non konvensional di Rokan. Ada sumur Kelok dan Gulamo. Nah di Rokan itu MNK itu remaining resourcesnya jauh lebih besar," tandasnya.

Baca Juga: Proyek Kilang Rp 123 Triliun Pertamina Tuntas, Apa Dampaknya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×