kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros, Komisi V DPR Endus Kabar Kerusakan Mesin


Selasa, 20 Januari 2026 / 15:50 WIB
Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros, Komisi V DPR Endus Kabar Kerusakan Mesin
ILUSTRASI. Pesawat ATR 42-500 (Pesawat ATR 42-500/KOMPAS.COM) Komisi V DPR RI angkat bicara mengenai jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Maros, Sulawesi Selatan.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komisi V DPR RI angkat bicara mengenai jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Maros, Sulawesi Selatan.

Parlemen mengaku telah menghimpun sejumlah informasi awal, termasuk adanya dugaan kerusakan mesin yang sempat dialami pesawat tersebut sebelum kecelakaan terjadi.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengungkapkan, jatuhnya pesawat ini menjadi sorotan serius karena menarik perhatian dunia internasional. Selain faktor cuaca, pihaknya menerima laporan mengenai kondisi teknis armada yang perlu didalami lebih lanjut.

"Kami mendapatkan informasi bahwa pesawat ini mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya. Ada beberapa informasi yang sudah kita kumpulkan dari kejadian ini," ujarnya dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Kejagung Minta Tambahan Anggaran Rp 7,49 Miliar agar Penanganan Perkara Tak Terhenti

Lasarus menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG, kondisi cuaca di lokasi kejadian memang dilaporkan terdapat awan tebal. Selain itu, terdapat hambatan (obstacle) berupa pegunungan di titik jatuhnya pesawat.

Meski demikian, Lasarus menegaskan bahwa DPR tidak dalam kapasitas untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Mohon ini nanti diinvestigasi secara menyeluruh. Kita serius menangani ini, jangan sampai ada kejadian yang sama terulang kembali. KNKT harus mendalami sesuai dengan kewenangannya," tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, Lasarus juga menyoroti keanehan rute pesawat sebelum hilang kontak. Ia menerima informasi awal bahwa pesawat berbelok ke arah yang bukan jalurnya, namun hal tersebut masih harus dibuktikan melalui data teknis.

Ia mewanti-wanti agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan berbasis data yang akurat. Menurutnya, akuntabilitas hasil investigasi menjadi taruhan bagi kredibilitas keselamatan transportasi udara Indonesia di mata dunia.

"Kalau sudah investigasi ini tidak bisa ngarang. Ini harus berdasarkan data-data teknis dan data-data empiris yang bisa dipertanggungjawabkan sumbernya," jelasnya.

Baca Juga: Kemenhub Catat Pergerakan Nataru 2026 Melejit 16%! Jutaan Warga Serbu Destinasi Ini

Selanjutnya: MRT Jakarta Mulai Bangun Pintu Masuk Stasiun Harmoni Fase 2A

Menarik Dibaca: Kiat Orangtua Menyesuaikan Konten YouTube Yang Baik untuk Anak Remaja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×