kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.834   6,00   0,04%
  • IDX 8.085   52,83   0,66%
  • KOMPAS100 1.138   6,44   0,57%
  • LQ45 824   3,38   0,41%
  • ISSI 286   2,40   0,84%
  • IDX30 429   2,03   0,48%
  • IDXHIDIV20 516   2,73   0,53%
  • IDX80 127   0,70   0,55%
  • IDXV30 140   0,92   0,66%
  • IDXQ30 140   0,76   0,54%

Pesan Chatib ke direktur pembiayaan syariah baru


Senin, 06 Oktober 2014 / 18:10 WIB
Pesan Chatib ke direktur pembiayaan syariah baru
ILUSTRASI. J Resources (PSAB) memperoleh persetujuan dari pemegang obligasi untuk merestrukturisasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2020.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian keuangan (Kemenkeu) akhirnya memiliki direktur pembiayaan syariah baru, setelah sebelumnya jabatan tersebut kosong. Hari ini, Senin (6/10)  menteri keuangan Chatib Basri melantik Suminto yang sebelumnya menjabat sebagai kepala subdirektorat perencanaan dan strategi utang di Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU).

Sebelumnya, jabatan direktur pembiayaan syariah dijabat oleh Dahlan Siamat, yang sudah memasuki masa pensiun. Suminto diharapkan dapat mengembangkan instrumen syariah di Kemenkeu, sehingga pendalaman pasar keuangan bisa dimaksimalkan.

Dalam sambutannya, Chatib mengatakan sumber pembiayaan yang menggunakan instrumen berbasis syariah, memiliki peluang besar untuk berkembang. Ia berharap pejabat Kemenkeu bisa cermat mengelola dan mengatur keuangan.

"Selain sebagai sumber pembiayaan, instrumen pembiayaan syariah memiliki peran mempererat sistem keuangan berbasis syariah," ujar Chatib.

Bukan hanya di pasar domestik, instrumen pembiayaan syariah juga diharapkan bisa memnjadi alternatif. Bagi investor internasional. Dengan begitu, Chatib berharap perekonomian Indonesia jadi semakin bervariasi, tidak hanya didominasi instrumen pembiayaan konvensional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×