kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Pesan Bos BI Kepada Perbankan: SBN Jangan Dikekep, Lakukan Repo untuk Dorong Kredit


Rabu, 31 Januari 2024 / 11:07 WIB
Pesan Bos BI Kepada Perbankan: SBN Jangan Dikekep, Lakukan Repo untuk Dorong Kredit
ILUSTRASI. BI mendorong para perbankan untuk mulai melakukan repo untuk surat berharga negara (SBN) yang dimiliki.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mendorong para perbankan untuk mulai melakukan repo untuk surat berharga negara (SBN) yang dimiliki. 

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, repo SBN oleh perbankan ini untuk mendorong penyaluran kredit yang lebih tinggi. 

“Kami ingin, perbankan juga mau merepokan SBN yang dimiliki. Tidak dikekep (disimpan) semuanya. Kalau ini direpokan, bisa mendorong kredit,” ujar Perry dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2023, Rabu (31/1). 

Ini sebab, Perry menilai alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) pada November 2023 cukup tinggi, yaitu di level 27,86%. 

Ini seiring dengan masih tingginya penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan implementasi KLM. 

Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Masih Membayangi Sampai Pemerintahan Baru Terbentuk

Perry juga menjamin, langkah yang dilakukan perbankan tersebut tak akan mengurangi likuiditas. Pasalnya, BI akan memberikan insentif likuiditas kepada perbankan. 

“Kami pastikan, likuiditas akan lebih dari cukup. Insentif likuiditas akan terus kami berikan, termasuk mendorong sektor-sektor prioritas,” tegas Perry. 

Ia pun berharap, pertumbuhan kredit pada tahun ini akan mencapai 10% hingga 12%. Dengan kredit yang tumbuh, ia yakin, pertumbuhan ekonomi pun juga turut terdorong karena aktivitas ekonomi akan makin menderu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×