kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perwakilan buruh bertemu Komisi IX DPR


Rabu, 26 November 2014 / 18:32 WIB
ILUSTRASI. Meski masih tergerus pada Mei 2023, cadangan devisa memiliki potensi untuk meningkat pada akhir tahun 2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sebanyak 25 orang perwakilan buruh diterima Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (26/11) sore. Meski perbincangan berlangsung alot di dalam Gedung DPR, seorang buruh perempuan terus menyuarakan aksi lanjutan mereka. 

"Tanggal 25-28 kita mogok makan! Ini karena sudah 10 tahun pemerintah janjikan naik UMP, tapi kenyataannya?" kata buruh yang mengenakan baju kuning-hitam dan jilbab ungu di atas mobil orasi di depan Kompleks Parlemen, Rabu.

Ia menyuarakan bahwa aksi mogok makan itu merupakan kali kedua dilakukan oleh buruh perempuan. Sebagai sesama pekerja, kata dia, buruh harus mendukung penghitungan ulang UMP.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, aksi itu hanya bentuk kekecewaan para buruh perempuan atas UMP yang ditetapkan pemerintah. 

"Itu hanya PRT (pekerja rumah tangga) yang melakukan mogok makan. Buruh lain tidak," ucap Iqbal. (Adysta Pravitra Restu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×