kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pertumbuhan menufaktur Indonesia melambat di bulan Juni


Selasa, 02 Juli 2019 / 22:04 WIB
Pertumbuhan menufaktur Indonesia melambat di bulan Juni


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pertumbuhan manufaktur Indonesia melambat di bulan Juni. Hal ini tentunya juga berdampak terhadap industri makanan dan minuman utamanya secara produksi.

IHS Markit melaporkan data Purchasing Manajer’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Juni berada di level 50,6. Angka ini turun dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 51,6.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan dari sisi produksi makanan dan minuman periode Juni melemah lantaran sudah digenjot pada bulan Mei.

Wajar saja, sebab bulan lalu aktifitas produksi melambat karena adanya libur lebaran. "Efiktivitas produksi sektor makanan dan minuman hanya berjalan dua belas hari," kata dia, Selasa (2/7).

Dari segi penjualan, sektor makanan dan minuman masih memiliki kinerja ciamik pada Juni lalu. Sebab, supply pada bulan Juni sudah terpenuhi dari produksi bulan Mei.

Adhi mengaku penjualan makanan dan minuman Juni tumbuh 20% dibandingkan dengan rata-rata bulanan dan tumbuh 10% dibandingkan dengan penjualan periode sama tahun lalu.

Dia optimistis, sampai dengan akhir tahun 2019 industri makanan dan minuman masih bisa berkinerja cemerlang. Hal ini didukung dengan ketidakpastian domestik yang mereda setelah ada kepastian terkait pemilu.

Adhi mengharapkan pemerintahan sekarang dapat berkomitmen membuat ekonomi Indonesia tumbuh. Sementara masalah proyeksi Bank Dunia yang direvisi jadi 5,1% dari 5,2% kata Adhi bukan masalah yang cukup serius sebab penurunannya terbilang rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×