kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.865   47,00   0,28%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

Pelambatan manufaktur juga dirasakan industri tekstil


Selasa, 02 Juli 2019 / 14:34 WIB
Pelambatan manufaktur juga dirasakan industri tekstil


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks manufaktur Indonesia melambat di bulan Juni 2019. Pelambatan industri manufaktur ini juga dirasakan industri tekstil.

IHS Markit melaporkan data Purchasing Manajer’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Juni 2019 berada di level 50,6. Angka ini turun dibandingkan bulan  sebelumnya sebesar 51,6.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman mengakui penjualan industri tekstil memang turun di bulan lalu. Bahkan pelambatan permintaan sudah dirasakan sejak Mei 2019. “Dari bulan Mei saat Ramadan sudah terasa, otomatis pada Juni waktu Lebaran penjualan menurun,” kata Ade kepada Kontan.co.id, Selasa (2/7).

Lebih lanjut, Ade mengatakan, turunnya penjualan tekstil lantaran masuknya produk tekstil impor yang cukup banyak, sehingga menggerus penjualan pengusaha tekstil dalam negeri.

Dari segi produksi tekstil pun mendapatkan kendala. Kata Ade, libur Lebaran tahun ini lebih lama dibandingkan tahun lalu. Libur panjang ini dapat merugikan perusahaan. Sebab, pembayaran bunga bank terus berjalan, sementara kegiatan operasional tidak efisien dan efektif.

Ade belum bisa merinci laporan penjualan industri tekstil di bulan Juni lalu. Yang pasti, penjualan menurun karena permintaan juga turun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×