kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pertumbuhan impor lebih tinggi ketimbang ekspor


Rabu, 01 Juni 2011 / 13:40 WIB
ILUSTRASI. Simak promo Transmart Carrefour periode 26 Agustus – 8 September 2020 yang baru saja mulai. Konsumen berbelanja kebutuhan pangan di Carefour Lebak Bulus. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pertumbuhan impor ternyata lebih cepat ketimbang ekspor pada April lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan impor April lalu dibandingkan Maret lalu sebesar 2,8%. Sementara pertumbuhan ekspor hanya 0,96%.

BPS mencatat, nilai impor pada April lalu sebesar US$ 14,89 miliar. Angka ini melesat 32,54% bila dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Nilai kumulatif impor tahun ini hingga April lalu sudah meningkat 30,32% menjadi US$ 53,69 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Djamal mengatakan, impor sektor non migas masih mendominasi.

Nilai impor non migas mencapai US$ 11 miliar. Angka ini sejatinya turun 5,25% dibandingkan Maret 2011 lalu. Total impor kumulatif sudah mencapai US$ 41,40 miliar. "Nilai impor nonmigas terbesar April 2011 adalah barang mesin dan peralatan mekanik (US$ 1,93 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-April 2011 mencapai US$ 7,19 miliar atau meningkat 18,77% dari tahun lalu," terangnya, Rabu (1/6).

Sementara impor migas pada April 2011 naik mencapai US$ 3,89 miliar atau sekitar 35,28% dibanding Maret 2011. Sementara secara kumulatif, nilai impor migas mencapai US$ 12,29 miliar atau naik 40,29% dibanding periode yang sama tahun lalu.

China masih menjadi pemasok barang impor non migas nomor satu. Selama Januari-April 2011, nilai impor dari hina sudah mencapai US$ 7,47 miliar dengan pangsa pasar 18,03%. Kemudian Jepang sebesar US$ 5,75 miliar (13,89%) dan Thailand US$ 3,49 miliar (8,43%). "Impor non migas dari ASEAN mencapai 23,74%, Uni Eropa sebesar 8,82%," lanjutnya.

Sementara itu, nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-April 2011 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing meningkat 39,42% untuk barang konsumsi, 34,42% untuk bahan baku/penolong, dan 11,99% untuk barang modal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×