kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Pertumbuhan ekonomi kuartal I diprediksi melambat


Selasa, 17 Maret 2015 / 18:52 WIB
ILUSTRASI. Beras impor asal Vietnam milik Perum Bulog di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022).


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memprediksikan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini belum memuaskan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi selama tiga bulan pertama 2015 ini akan melambat. "Memang kami lihat ada slow down. Tetapi kami tetap berupaya," katanya, Selasa (17/3).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor bahan baku penolong, barang modal, dan barang konsumsi Indonesia periode Januari 2015 hingga Februari 2015 hanya tercatat sebesar US$ 24,13 miliar. Angka tersebut turun cukup jauh sebesar 15,92% dibandingkan dengan nilai impor pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 28,70 miliar.

Secara rinci, impor bahan baku penolong menurun sebesar 15,88% dari US$ 21,85 miliar menjadi US$ 18,38 miliar pada periode tersebut. Sedangkan, impor barang modal melorot 16,7% dari US$ 4,97 miliar menjadi US$ 4,14 miliar.  Impor barang modal juga menurun dari yang tahun lalu US$ 4,97 miliar pada dua bulan pertama tahun ini susut menjadi US$ 4,17 miliar.

Bambang menjelaskan, penurunan impor barang modal biasa terjadi di awal tahun. Penyebabnya karena kebutuhan barang bahan baku penolong maupun barang modal masih sedikit. Menurutnya, kebutuhan bahan baku penolong dan barang modal akan melonjak di kuartal kedua mendatang.

Berapa besar laju pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, Bambang enggan berspekulasi. "Kami lihat nanti. Paling tidak belanja pemerintah sudah mulai ada gerakan di bulan ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×