Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat garis kemiskinan Indonesia naik 5,30% pada September 2025 dibandingkan Maret 2025. Kenaikan ini tercermin dari rata-rata pengeluaran rumah tangga miskin yang mencapai Rp 3.053.269 per bulan, dengan rata-rata anggota keluarga sebanyak 4,76 orang.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, penilaian garis kemiskinan tersebut lebih realistis dengan pola konsumsi masyarakat yang umumnya dilakukan secara kolektif, dibandingkan pengeluaran harian perkapita (individu).
Sebelumnya, garis kemiskinan dihitung berdasarkan pengeluaran per kapita sebesar Rp 609.160 per orang per bulan atau sekitar Rp 20.305 per hari.
Baca Juga: Bantuan Pangan Beras dan MinyaKita Bakal Kembali Disalurkan pada Februari-Maret
Wanita yang akrab disapa Winny ini menyebut sumber data perhitungan kemiskinan dan ketimpangan berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang menggunakan pendekatan pengeluaran di tingkat rumah tangga.
“Garis kemiskinan tersebut perlu diterjemahkan dalam konteks rumah tangga. Sumber data perhitungan kemiskinan dan ketimpangan adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional yang menggunakan pendekatan pengeluaran yang dikumpulkan di level rumah tangga,” ujar Winny dalam konfrensi pers, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, dalam praktiknya pengeluaran rumah tangga tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga bersama-sama. Contohnya, pembelian makanan siap saji bisa dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga, sementara kebutuhan seperti beras, sewa rumah, listrik, dan bahan bakar merupakan pengeluaran kolektif.
Selain itu, garis kemiskinan nasional merupakan rata-rata tertimbang dari garis kemiskinan provinsi serta wilayah perkotaan dan perdesaan. Perbedaan tingkat harga dan pola konsumsi menyebabkan nilai garis kemiskinan berbeda di tiap daerah.
“Garis kemiskinan disusun berdasarkan kebutuhan minimum bulanan untuk makanan dan non-makanan, sehingga akan lebih tepat bila kita lihat dalam konteks bulanan, bukan dalam konteks harian,” jelasnya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 tercatat sebanyak 23,36 juta orang atau setara 8,25% dari total populasi. Angka ini turun 490.000 orang dibandingkan Maret 2025, melanjutkan tren penurunan yang berlangsung sejak Maret 2023.
Selanjutnya: Nippon Steel Bakal Rilis Obligasi Konversi Senilai Rp 53,7 Triliun
Menarik Dibaca: NotebookLM Android: Buat Video dan Infografis Cuma dengan AI Google
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













