kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pertanian picu target pertumbuhan ekonomi meleset


Rabu, 04 Mei 2016 / 17:30 WIB
Pertanian picu target pertumbuhan ekonomi meleset


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Sejumlah pihak optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini bisa mencapai angka 5%. Nyatanya, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini hanya 4,92%.

Meski demikian, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi periode yang sama tahun lalu yaitu 4,73%. Namun, pencapaian tersebut lebih rendah ketimbang kuartal keempat 2015 yang sebesar 5,04%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto mengatakan, hal tersebut terjadi karena adanya kontraksi pertumbuhan pada sektor pertanian.

BPS mencatat, pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan sektor tersebut hanya 1,85% year on year (YoY). Padahal pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhan sektor tersebut mencapai 4,03% YoY.

Suhariyanto mengatakan, dari sektor pertanian tanaman pangan saja, terjadi kontraksi sebesar 5% lantaran adanya pergeseran masa panen padi dari yang biasanya pada Januari-Maret menjadi bergeser hingga April. Selain itu, ia juga menyebut sektor kehutanan juga terkontraksi 0,8%.

"Padahal sumbangan dari sektor tersebut 14%. Besar sekali kan? Kalau saja kondisi pertanian sama dengan kuartal pertama 2015, akan tercapai itu," kata Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×