kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.747   39,00   0,22%
  • IDX 6.493   -32,21   -0,49%
  • KOMPAS100 847   -2,60   -0,31%
  • LQ45 641   -3,98   -0,62%
  • ISSI 228   0,01   0,00%
  • IDX30 358   -2,18   -0,61%
  • IDXHIDIV20 436   -1,26   -0,29%
  • IDX80 97   -0,42   -0,43%
  • IDXV30 121   0,09   0,07%
  • IDXQ30 113   -0,67   -0,59%

Pertanian picu target pertumbuhan ekonomi meleset


Rabu, 04 Mei 2016 / 17:30 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Sejumlah pihak optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini bisa mencapai angka 5%. Nyatanya, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini hanya 4,92%.

Meski demikian, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi periode yang sama tahun lalu yaitu 4,73%. Namun, pencapaian tersebut lebih rendah ketimbang kuartal keempat 2015 yang sebesar 5,04%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto mengatakan, hal tersebut terjadi karena adanya kontraksi pertumbuhan pada sektor pertanian.

BPS mencatat, pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan sektor tersebut hanya 1,85% year on year (YoY). Padahal pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhan sektor tersebut mencapai 4,03% YoY.

Suhariyanto mengatakan, dari sektor pertanian tanaman pangan saja, terjadi kontraksi sebesar 5% lantaran adanya pergeseran masa panen padi dari yang biasanya pada Januari-Maret menjadi bergeser hingga April. Selain itu, ia juga menyebut sektor kehutanan juga terkontraksi 0,8%.

"Padahal sumbangan dari sektor tersebut 14%. Besar sekali kan? Kalau saja kondisi pertanian sama dengan kuartal pertama 2015, akan tercapai itu," kata Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×