kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pertangahan Februari, Gula dan Bawang Merah Mengalami Kenaikan Harga Cukup Signifikan


Senin, 14 Februari 2022 / 13:21 WIB
Pertangahan Februari, Gula dan Bawang Merah Mengalami Kenaikan Harga Cukup Signifikan
ILUSTRASI. Petani memanen bawang merah. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gula pasir dan bawang merah per 11 Februari lalu masih menjadi komoditi pangan yang mengalami kenaikan harga yang signifikan dibandingkan bulan lalu.

Dimana gula naik 4,48% menjadi Rp 14.000 per kilogram, sedangkan bawang merah naik 11,56% menjadi Rp 32.800 per kilogram. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, namun secara umum harga barang kebutuhan pokok relatif stabil.

Kenaikan harga gula disinyalir akibat belum dimulainya musim giling tebu tahun 2022 dan diperkirakan akan dimulai pada awal Juni 2022. Selain itu, kenaikan juga masih diindikasikan bahwa stok gula di pelaku usaha mulai menurun demi memenuhi permintaan pada saat masa Nataru 2021/2022.

"Kenaikan harga bawang merah merupakan penyesuaian menuju harga normal setelah sebelumnya sempat jatuh karena masa panen raya. Selain itu menurut informasi dari ABMI, kenaikan juga disebabkan karena faktor cuaca yang mengakibatkan sebagian hasil panen busuk," kata Oke, Senin (14/2).

Baca Juga: BI Perkirakan Terjadi Deflasi 0,11% di Februari 2022

Direktur Bahan Pokok dan Penting Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim menambahkan, untuk stok indikatif bawang merah dari pantauan seminggu terakhir di 20 Pasar Induk masih tersedia 529,11 ton per hari. Artinya pasokan bawang merah saat ini 12,62% di bawah pasokan normal yaitu 605,50 ton per hari.

Kemudian untuk gula pasir, berdasarkan laporan Pabrik Gula (PG) BUMN, PG Swasta dan Bulog terdapat stok 686.619 ton dengan ketahanan stok hingga 2,63 bulan ke depan. Secara rinci dari data yang diperoleh KONTAN, berdasarkan laporan Pabrik Gula BUMN dan Swasta, jumlah stok gula ex tebu per 11 Februari 2022 sebesar 683.544 ton dan stok gula ex raw sugar sebesar 1.000 ton. Sementara jumlah stok gula milik Perum BULOG sebesar 2.075 ton.

Adapun untuk komoditi pangan yang didukung dengan pemenuhan impor seperti daging dan bawang putih, saat ini memiliki ketahanan stok 1-4 bulan ke depan. Dengan rincian daging sapi/kerbau data terakhir dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian terdapat stok 35,43 ribu ton dengan ketahanan hingga 1,1 bulan ke depan.

Baca Juga: Menakar Dampak Omicron Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2022

Kemudian bawang putih berdasarkan data dari Ditjen Holtikultura Kementerian Pertanian per 11 Februari terdapat stok 196,89 ribu ton atau memiliki ketahanan stok hingga 4,9 bulan ke depan.

Untuk bawang putih jenis kating harga rata-rata eceran nasional ialah Rp 30.300 per kilogram, atau turun 0,98% dibandingkan bulan lalu, dan bawang putih jenis honan harga rata-rata eceran nasional saat ini Rp 29.300 per kilogram.

Kemudian daging sapi harga rata-rata eceran nasional Rp 127.100 per kilogram atau naik Rp 300 dibandingkan bulan lalu. Namun harga daging sapi saat ini masih tergolong tinggi dari harga acuan Rp 105.000 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×