kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Pertamina Resmi Menutup Forum ASCOPE ke-51, Ini Poin Kesepakatannya


Kamis, 29 Oktober 2026 / 17:58 WIB
Pertamina Resmi Menutup Forum ASCOPE ke-51, Ini Poin Kesepakatannya
ILUSTRASI. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (Dok/Pertamina)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rangkaian pertemuan 51st ASCOPE (ASEAN Council on Petroleum and Energy) Council Meeting 2026 di Bali resmi ditutup. Forum tahunan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan guna memperkuat arsitektur energi regional, menghadapi tantangan transisi, serta mengamankan rantai pasok di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyatakan, ketahanan energi regional menjadi kunci keberlanjutan ekonomi jangka panjang. 

Aspek tersebut mencakup kemampuan sistem energi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus melindungi kepentingan generasi masa depan secara konsisten.

“Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Simon menuturkan, meski setiap negara anggota memiliki karakteristik serta tantangan yang berbeda, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan kolektif kawasan. Kolaborasi erat antar negara diyakini mampu saling melengkapi kapasitas masing-masing dalam mengoptimalkan potensi sektor migas dan energi regional.

Baca Juga: Kementerian ESDM Tegaskan Impor Minyak Bisa lewat Pertamina dan BLU

Dalam kesempatan yang sama, Simon juga menyampaikan terkait sinergi lintas negara di forum energi internasional tersebut.

“Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Simon menambahkan, pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh anggota baru ASCOPE, yakni Timor Leste. Keikutsertaan tersebut diharapkan mampu memperluas kerja sama operasional hulu hilir migas serta pengembangan program berkelanjutan di kawasan ASEAN.

"Dengan berakhirnya rangkaian ASCOPE ke-51 di Bali, Pertamina bersama seluruh negara anggota ASCOPE termasuk Timor Leste optimistis bahwa kemitraan strategis yang solid ini akan terus membawa kawasan ASEAN menuju masa depan energi yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan," tandasnya.

Baca Juga: Implementasi B50 Menanti, Pertamina Beberkan Tantangan Hingga Potensi Ekses Solar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×