kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.874   -61,00   -0,34%
  • IDX 5.845   -51,63   -0,88%
  • KOMPAS100 757   -7,45   -0,97%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,63   -0,31%
  • IDX30 328   -3,82   -1,15%
  • IDXHIDIV20 403   -4,55   -1,12%
  • IDX80 86   -0,82   -0,95%
  • IDXV30 109   -0,68   -0,62%
  • IDXQ30 105   -1,25   -1,17%

Perluasan B20 untuk non PSO menunggu lampu hijau Presiden


Rabu, 01 Agustus 2018 / 21:17 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, waktu implementasi perluasan program pemncaburan minyak nabati pada solar non subsidi sebesar 20% (B20) untuk non public service obligation (PSO) masih menunggu keputusan presiden.

Rabu (1/8), memang dilakukan Rakor Pembahasan Percepatan Implementasi Biodiesel B20 (PSO dan Non PSO). Menurut Darmin, dalam rapat tersebut dibahas teknis pelaksanaannnya, kapan waktu pemberlakuannya dan sebagainya.

“Teman-teman mengusulkan perlu waktu, mereka mengusulkan 1 september. Tapi tetap kami mau tanya Presiden. Kalau presiden mau lebih cepat atau bagaimana ya kita lihat,” ujar Darmin, Rabu (1/8).

Meski begitu, kata Darmin, semua pihak sudah siap menjalankan pelaksanaan B20 khususnya Non PSO ini. “Jadi paling tanggal berapa efektifnya. Karena tidak bisa tiba-tiba dibilang berapa hari lagi berlaku bisa panik semua perusahaan-perusahaan,” tambah Darmin. Menurut Darmin, pemberlakuan B20 ini diterapkan di semua sektor termasuk industri manufaktur, tambang, PLN hingga kapal laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×