kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Peringkat S&P berpotensi naikkan neraca pembayaran


Senin, 22 Mei 2017 / 18:49 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Meski berpotensi membuat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) melebar, neraca modal dan finansial diperkirakan lebih besar sebagai dampak dari kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard and Poor's (S&P). Dengan demikian, neraca pembayaran Indonesia (NPI) tahun ini masih bisa meningkat dibanding tahun lalu.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, kenaikan peringkat dari S&P setidaknya menarik investor konservatif, seperti investor asal Nordic dan Jepang. Lana memperkirakan adanya tambahan investasi portofolio hingga mencapai US$ 7 miliar di tahun ini.

"Jika tidak ada gangguan apa pun di global, masih ada tambahan potensi dana asing masuk sekitar US$ 5 miliar-US$ 7 miliar di tahun ini," kata Lana kepada KONTAN, Senin (22/5).

Menurut Lana, tambahan investasi portofolio tersebut mendorong peningkatan neraca modal dan finansial. Ia memperkirakan, neraca modal dan finansial tersebut masih bisa menutup potensi pelebaran CAD tahun ini.

"Sehingga NPI tahun ini otomatis bertambah antara US$ 3 miliar-US$ 5 miliar dibanding tahun lalu," tambahnya.

Sekadar gambaran, tahun lalu NPI mencatatkan suprlus US$ 12,1 miliar. Jika NPI tahun ini diperkirakan lebih tinggi US$ 3 miliar-US$ 5 miliar, maka NPI 2017 diperkirakan mencapai US$ 15,1 miliar-US$ 17,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×