kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.693   107,00   0,61%
  • IDX 6.463   -260,71   -3,88%
  • KOMPAS100 857   -36,41   -4,08%
  • LQ45 637   -20,77   -3,16%
  • ISSI 234   -9,45   -3,89%
  • IDX30 362   -9,71   -2,62%
  • IDXHIDIV20 445   -9,93   -2,18%
  • IDX80 98   -3,72   -3,65%
  • IDXV30 127   -3,05   -2,35%
  • IDXQ30 116   -2,80   -2,35%

Perdagangan dengan Thailand diharapkan seimbang


Jumat, 01 Juni 2012 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Akui utang yang dimiliki dan segera melunasi agar mampu menabung untuk masa depan dengan bunga deposito yang menarik


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berharap agar neraca perdagangan dengan Thailand bisa seimbang bukan defisit seperti yang terjadi tahun 2011 lalu.

Salah satu cara untuk mencegah defisit lebih dalam dari Thailand adalah dengan mengurangi impor produk hortikultura dan suku cadang kendaraan, serta memaksimalkan ekspor dari Indonesia ke Thailand.

"Saya bersama Presiden telah menggelar pertemuan bilateral dengan Thailand. Bapak Presiden minta supaya defisit diseimbangkan," kata Gita di Bangkok, Jumat (1/6).

Menurut Gita, total perdagangan Indonesia-Thailand tahun 2011 tercatat US$ 16 miliar, dan defisit bagi Indonesia senilai US$ 4,5 miliar. Selain menyoal defisit perdagangan, dalam pertemuan bilateral tersebut, Thailand kembali menawarkan beras kepada Indonesia. (Eny Prihtiyani/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×