kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Iduladha 2026: Pemerintah & Muhammadiyah Sepakat, Ini Tanggal Resminya!


Senin, 18 Mei 2026 / 04:00 WIB
Iduladha 2026: Pemerintah & Muhammadiyah Sepakat, Ini Tanggal Resminya!
ILUSTRASI. Iduladha 2026: Pemerintah & Muhammadiyah Sepakat, Ini Tanggal Resminya!


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Resmi! Hari Raya Iduladha 1447 H di Indonesia berlangsung serentak. Pemerintah menetapkan tanggal Hari Raya Iduladha 1447 H sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Dilansir dari website resmi Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama dalam konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Penetapan awal Zulhijah dilakukan berdasarkan hasil hisab dan rukyatul hilal yang dipantau di berbagai wilayah Indonesia. Sidang Isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama dan dihadiri perwakilan organisasi masyarakat Islam, Komisi VIII DPR RI, ahli astronomi, BMKG, BRIN, serta instansi terkait lainnya.

Menteri Agama menjelaskan, posisi hilal pada hari pemantauan berada pada ketinggian antara 3 ° 17 menit 33 detik hingga 6° 56 menit 58 detik, dengan sudut elongasi antara 8° 54 menit 49 detik hingga 10° 37 menit 7 detik. 

Baca Juga: INA Buka Suara Soal Oki Ramadhana Jadi CEO Baru, Independensi Jadi Sorotan

Hari Raya Iduladha Versi Muhammadiyah 

Dilansir dari website resmi Muhammadiyah, organisasi keagamaan ini telah menetapkan Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi. Sementara itu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026, dan awal bulan Zulhijah dimulai pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026.

Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab astronomis global yang menggunakan parameter Kalender Global (PKG), yakni sistem yang dirancang untuk menghadirkan keseragaman awal bulan Hijriah bagi seluruh umat Islam di dunia. Dalam sistem ini, penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah negara, melainkan menggunakan prinsip keterlihatan hilal secara global.

Ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Secara astronomis, ijtimak merupakan titik konjungsi antara Matahari dan Bulan yang menjadi awal pergantian bulan kamariah. Namun, pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, belum ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum pukul 24.00 UTC.

Tidak hanya itu, Parameter Kalender Global (PKG) 2 juga tidak terpenuhi. Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu pun wilayah di daratan Amerika yang memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Karena dua parameter tersebut tidak terpenuhi, maka awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei, melainkan ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026.

Dari penetapan itulah kemudian dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Rupiah Tembus Rp17.597 per Dolar AS! Kenapa Melemah? Ini Penyebab dan Dampaknya ke Masyarakat

Kemenag melaksanakan rukyatul hilal di 88 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterima, hilal terkonfirmasi terlihat oleh dua perukyat, yaitu KH. S Azka dan Zarkasi di Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Keduanya telah disumpah oleh hakim Pengadilan Agama setempat.

“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan rukyatul hilal yang memenuhi ketentuan, Sidang Isbat secara mufakat menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 Masehi,” ujar Menag.

Menag berharap keputusan tersebut dapat menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah Zulhijah, termasuk puasa Tarwiyah, puasa Arafah, pelaksanaan salat Iduladha, dan ibadah kurban.

“Semoga momentum Iduladha ini dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan persatuan sebagai satu bangsa,” tutupnya.

"Kami juga mengimbau kepada umat muslim untuk memanfaatkan dan memaksimalkan ibadah-ibadah pra iduladha," jelasnya.

Tak lupa, Menag juga mendoakan para jemaah haji Indonesia yang tengah menjalankan ibadah haji di Arab Saudi agar ibadahnya berjalan lancar dan pulang menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo & Uganda sebagai Darurat Kesehatan Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×