kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Penyadapan harus dihadapi dengan kontra intelijen


Kamis, 31 Oktober 2013 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. Kantor pusat Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah Indonesia diminta segera melakukan kontra intelijen terkait informasi adanya alat penyadap yang dipasang di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta.

"Namanya usaha ya semaksimal mungkin. Lakukan contra intelligence saja," kata Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati melalui pesan singkat, Kamis (31/10).

Perempuan yang akrab dipanggil Nuning itu mengatakan, suatu negara berkepentingan dengan sebuah negara lain selalu ingin tahu isi dari perkembangan negara lain itu. "Di situlah peranan intelijen mereka bekerja," katanya.

Sebagai negara berdaulat, Nuning mengatakan, Indonesia harus mengantisipasi adanya kinerja spionase tersebut. "Jadi early warning system harus diberlakukan secara lebih luas," tuturnya.

Menurut Politisi Hanura itu, bukan hanya Kementerian Luar Negeri yang harus mengantisipasi soal penyadapan itu, tetapi juga Badan Intelijen Indonesia (BIN), dan Badan Intelkam Polri juga harus ikut ambil bagian.

"Selain meningkatkan teknologi informasi, SDM pegawai dan penggunanya harus ditingkatkan kemampuannya," tegas Nuning. (Ferdinand Waskita/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×