kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pengusaha: Subsidi energi dikurangi untuk menyelamatkan neraca dagang


Jumat, 19 Oktober 2018 / 20:22 WIB
Pengusaha: Subsidi energi dikurangi untuk menyelamatkan neraca dagang
ILUSTRASI. ELPIJI 3KG


Reporter: Martyasari Rizky | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menurunkan anggaran subsidi energi sebesar Rp 4,1 triliun menjadi Rp 159,9 triliun dari postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia yang saat ini bisa dibilang masih belum sehat.

Langkah yang diambil pemerintah tersebut mendapat dukungan positif kalangan pengusaha agar neraca perdagangan Indonesia membaik. "Neraca perdagangan ini kalau ingin baik, subsidi energi itu harus dihapus, terutama subsidi premium dan solar. Kemudian, kalau seandainya subsidi ini dikurangi secara bertahap, ini akan membuat neraca perdagangan Indonesia akan jadi lebih bagus, tidak terjadi defisit," ujar Ibrahim Assuaibi, Direktur Utama PT Garuda Berjangka. Jum'at (19/10)

Ibrahim juga menilai, saat ini beban negara yang paling berat itu ada pada subsidi energi, terutama subsidi premium. "Premium itu seharusnya digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah, tetapi kenyataannya premium malah lebih banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke atas. Hal ini lah yang membuat pemerintah akan terus mengurangi subsidi, terutama subsidi energi," tambahnya.

Dengan adanya pengurangan anggaran subsidi energi, harapannya akan menyehatkan kembali neraca perdagangan. Karena jika neraca perdagangan Indonesia sudah kembali sehat, maka itu akan menyehatkan perekonomian Indonesia, serta menguatkan rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×