kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Pengusaha minta PSBB diterapkan konsisten dari pemerintah pusat hingga daerah


Minggu, 05 April 2020 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani. Pengusaha minta PSBB diterapkan konsisten dari pemerintah pusat hingga pemda. (Kontan/Lidya Yuniartha)


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha meminta agar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) diterapkan secara konsisten.

Kebijakan tersebut harus berjalan sama dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Bila penerapan PSBB tersebut bisa konsisten maka ekonomi masih bisa berjalan.

Baca Juga: Tarif PPh Badan turun menjadi 22% pada 2020, begini mekanismenya dalam SPT

"Bila aturan ini dijalankan dengan konsisten di semua level pemerintahan, aturan ini bisa menjamin kegiatan ekonomi kita tetap berjalan," ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (5/4).

Kegiatan ekonomi minimal dapat menutupi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu kegiatan ekonomi yang masih bertahan juga dapat melayani permintaan global yg masih ada di tengah penyebaran Covid-19 di berbagai negara.

Shinta bilang saat ini aturan tersebut belum berjalan secara konsisten dari pemerintah pusat hingga daerah. Hal itu terlihat dari masih banyaknya daerah yang mengambil keputusan sendiri untuk menutup akses wilayah atau lockdown.

"Masalah seperti ini yang harus diperhatikan dan dibenahi pemerintah pusat karena kegiatan ekonomi tidak ada yang stand alone (berdiri sendiri)," terang Shinta.

Baca Juga: Studi buktikan, 1 dari 4 orang yang terinfeksi corona tak merasakan gejala

Padahal bergeraknya ekonomi memerlukan konektivitas dan infrastruktur hingga level pemerintahan terkecil. Bila ada ketidaksamaan antara pemerintah pusat dan daerah akan ada kesulitan menggerakkan ekonomi di suatu daerah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×