kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pengusaha: Ekonomi selalu jadi korban kepentingan politik


Rabu, 22 Mei 2019 / 14:50 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha melihat meningkatnya risiko politik dalam negeri membuat investor khawatir. Apalagi situasi global juga sedang tidak kondusif akibat adanya eskalasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

"Sangat tidak baik budaya politik kita, karena ekonomi selalu jadi korban," jelas Wakil ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (22/5).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani meminta semua pihak untuk bisa menjaga kondisi yang kondusif agar kegiatan ekonomi tetap berjalan. "Sehingga tidak mengkhawatirkan investor," ujar Shinta. 

Shinta cukup optimistis selama kondisi ini bisa dikendalikan dan tidak berkelanjutan maka investor bisa kembali percaya diri dengan kondisi dalam negeri. 

Shinta juga menjelaskan Kadin menyambut baik kemenangan Jokowi-Amin untuk melanjutkan agenda ekonomi ke depan.

Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Ekonomi Darmin Nasution juga menjelaskan aksi massa yang dilaksanakan sejak Selasa malam (21/5) hingga saat ini bisa mempengaruhi investasi. Kendati begitu, dampaknya tidak akan terlalu besar terhadap perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×