kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pengusaha belum berencana ketemu Jokowi


Minggu, 13 April 2014 / 18:33 WIB
ILUSTRASI. Dividen yang tinggi adalah dividen dengan yield di atas 5%. KONTAN/Fransiskus Simbolon/24/04/2018


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Sofjan Wanandi) mengatakan belum ada rencana mempertemukan calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo dengan beberapa pengusaha untuk memberikan dukungan politik ataupun uang.

Memang, dirinya sudah meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa bertemu dengan semua calon presiden terpilih dari masing-masing partai untuk mempertanyakan visi ekonomi semua calon. Jadi tidak hanya Joko Widodo.

"Tapi itu baru terjadi setelah akhir Mei ketika sudah diketahui semua capres yang diusung," ujar Sofjan kepada KONTAN, Minggu (13/4). Semua topik strategis mulai dari infrastruktur hingga energi akan ditanyakan pengusaha kepada masing-masing capres.

Menurut Sofjan, banyak sekali pekerjaan rumah pemerintahan baru. Untuk infrastruktur, pembangunan proyek mesti digalakkan hingga ujung timur dan pelosok Indonesia. Untuk perdagangan, basis produksi dalam negeri harus terus dipacu.

Kepastian hukum lintas sektoral dan otonomi daerah juga menjadi pekerjaan rumah pemerintahan baru. "Bagaimana tumpang tindih kebijakan antara pusat dan daerah dapat diperbaiki. "Kita tidak mau kebijakan yang sepotong-sepotong," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×